Selasa, 01 September 2009
sholat dhuha
1. Berniat untuk melaksanakan shalat sunat Dhuha setiap 2 rakaat 1 salam. Seperti biasa bahwa niat itu tidak harus dilafazkan, karena niat sudah dianggap cukup meski hanya di dalam hati.
2. Membaca surah Al-Fatihah
3. Membaca surah Asy-Syamsu (QS:91) pada rakaat pertama, atau cukup dengan membaca Qulya (QS:109) jika tidak hafal surah Asy-Syamsu itu.
4. Membaca surah Adh-Dhuha (QS:93) pada rakaat kedua, atau cukup dengan membaca Qulhu (QS:112) jika tidak hafal surah Adh-Dhuha.
5. Rukuk, iktidal, sujud, duduk dua sujud, tasyahud dan salam adalah sama sebagaimana tata cara pelaksanaan shalat fardhu.
6. Menutup shalat Dhuha dengan berdoa. Inipun bukan sesuatu yang wajib, hanya saja berdoa adalah kebiasaan yang sangat baik dan dianjurkan sebagai tanda penghambaan kita kepada ALLAH.
Beda Penanggalan Jawa dan Sunda
Kelender Saka dan Jawa
Nenek moyang kita memakai kalender saka sewaktu masih memeluk agama Hindu. Kalender saka dimulai tahun 78 masehi, ketika kota Ujjayini (malwa di India sekarang) direbut kaum saka (scythia) dibawah pimpinan Raja Kaniska dari tangan kaum Satavahana. Tahun baru terjadi pada saat Minasamkranti (matahari pada rasi pisces) awal musim semi. Nama Jyestha, Asadha, Srawana, Bhadrawada, Aswina, (Asuji), Kartika, Margasira, Posya, Magha, Palguna. Agar kembali sesuai dengan matahari, bulan Asadha dan Srawana diulang secara bergilir setiap tiga tahun dengan nama Dwitiya Ashada dan Dwitiya Srawana. Satu bulan dibagi dua bagian: Suklapaksa (paro terang, dari konjungsi sampai puranama) dan Kresnapaksa (paro gelap dari selepas purnama sampai menjelang konjungsi), masing-masing bagian 15 atau 14 hari (tithi). Jadi kelender saka tidak memeiliki tanggal 16. Misalnya Tithi Pancami Suklapaksa adalah tanggal lima sedangkan tithi pamcami kresnapaksa adalah tanggal duapuluh.
Kalender Saka dipakai di Jawa sampai awal abad 17. Kesultanan Demak, Banten, dan Mataram menggunakan kalender saka dan hijriah secara bersama-sama. Pada tahun 1633 Masehi (1555 saka atau 1043 Hijriah), Sultan Agung Ngabdurahman Sayidin Panotogomo Molana Matarami (1613-1645) dari Mataram menghapuskan kalender lunisolar saka dari pulau jawa, lalu menciptakan kalender jawa yang mengikuti kalender lunar Hijriah. Cuma bulangan tahun 1555 tetap di lanjutkan, jadi 1 muharram 1043 hijriah adalah 1 muharram 1555 jawa, yang jatuh pada hari jumat legi tanggal 8 juli 1633 Masehi. Angka tahun jawa selalu berselisih 512 dari angka tahun hijriah. Keputusan Sultan Agung ini disetujui dan diikuti oleh Sultan Abul Mafakhir Mahmud Abdulkadir (1596-1651) dari Banten. Dengan demikian kalender saka tamat riwayatnya di seluruh Jawa, dan digantikan oleh kalender Jawa yang bercorak Islam.
Nama-nama bulan disesuaikan dengan lidah jawa : Muharam, Sapar, Robingulawal, Robingulakir, Jumadilawal, Jumadilakir, Rejeb, Sa’ban, Ramelan, Sawal, Dulkangidah, Dulkijah. Muharram juga disebut bulan Suro Sebab mengandung hari Asyura 10 Muharram, Robi’ul Awwal dijuluki bulan Mulud, yaitu kelahiran Nabi Muhammad s.a.w. Raobi’ul Akhir adalah Bakdamulud atau Silihmulud, artinya sesudah Mulud. Sya’ban merupakan bulan Ruwah saat mendoakan arwah keluarga yang telah wafat, dalam rangka menyambut bulan poso (puasa Ramadhan), Dzul Qo’dah di sebut Hapit atau Sela sebab terletak diantara dua hari raya, Dzulhijah bulan Haji atau Besar (Rayagung) saat berlangsungnya ibadah haji dan Idul Adha.
Nama-nama hari dalam bahasa sangsekerta (Raditya, Soma, Anggara, Budha, Brehaspati, Sukra, Sanaiscara) yang berbau jahiliyah (penyembah benda-benda langit) juga dihapuskan oleh Sultan Agung lalu diganti dengan lidah jawa : Ahad, Senen, Seloso, Rebo, Kemis, Jumuwah, Saptu. Tetapi hari-hari puncawara (Pahing, Pon, Wage, Kaliwuan, Umanis, atau Legi) tetap dilestarikan sebab hal ini merupakan konsep asli masyarakat jawa, bukan diambil dari kalender Saka atau budaya India.
Dalam setiap siklus satu windu (delapan tahun) tanggal 1 Muharram (Sura) berturut-turut jatuh pada hari ke 1, ke5, ke 3, ke 7, ke 4, ke 2, ke 6 dan ke 3. Itulah sebabnya tahun-tahun jawa dalam sewindu dinamai berdasarkan numerologi huruf Arab: Alif(1), Ha(5), Jim Awal(3), Zai(7), Dal(4), Ba(2), Waw(6), dan Jim Akhir(3). Sudah tentu pengucapanya menurut lidah Jawa: Alip, Ehe, Jimawal, Je, Dal, Be, Wawu, dan Jimakir di tetapkan sebagai kabisat. Jumlah hari dalam sewindu adalah (354×8) + 3 = 835 hari, Angka yang habis dibagi 35 (7×5). Itulah sebabnya tanggal 1 Muharram tahun Alip dalam setiap 120 tahun selalu jatuh pada hari dan pasaran yang sama.
Oleh karena kabisat Jawa tiga dari delapan tahun (3/8 = 45/120), sedangkan kabisat hijriah 11 dari 30 tahun (11/30 = 44/120) maka dalam setiap 15 windu (120 tahun), yang disebut satu kurup, kalender jawa harus hilang satu hari, agar kembali sesuai dengan kalender Hijriah. Sebagai contoh, kurup pertama berlangsung dari jumat legi 1 Muharram tahun Alip 1555 sampai Kamis Kliwon 30 Dulkijah tahun Jimakir 1674. Disini 30 Dulkijah dihilangkan, dengan demikian Rabu Wage 29 Dulkijah 1674 akhir kurup pertama langsung diikuti oleh awal kurup kedua Kamis Kliwon 1 Muharram tahun Alip 1675.
Setiap kurup ( 120 tahun ) dinamai menurut hari pertamanya, Periode 1555-1674 di sebut Jamngiah (awahgi = tahun Alip mulai Jumuwah Legi) kemudian periode 1675-1794 kurup Kamsiah (Amiswon = Alip-Kamis-Kliwon),dan periode 1795-1914 kurup Arbangiah (Aboge = Alip-Rebo-Wage). Sejak 1 Muharram tahun Alip 1915 (1 Muharram 1403 Hijriah) yang jatuh pada 19 Oktober 1982, kita berada dalam kurup Salasiah 1915-2034 (Asopon = Alip-Seloso-Pon), dimana setiap 1 Muharram tahun Alip pasti jatuh pada hari Selasa Pon. Tahun baru 1 Muharram (Sura) tahun Alip 1939 yang identik dengan 1 Muharram 1427 Hijriah,jatuh pada hari Selasa Pon tanggal 31 Januari 2006.
Kalender Sunda
Belakangan ini mulai populer apa yang di sebut Kala Sunda, yang dikatakan sebagai kalender lunar asli sunda yang terlupakan selama ratusan tahun. Kala Sunda ternyata memiliki kejanggalan dalam penentuan awal bulan, berbeda dengan kelender solar yang tidak tergantung pada posisi bulan, semua kalender lunar dan lunisolar harus memperhitungkan munculnya bulan baru dalam penentuan tanggal satu, Itulah sebabnya tanggal satu (awal bulan) dari kalender-kalender hijriah, Jawa, Yahudi, Saka, Budha dan Imlek selalu berdekatan. Anehnya Kala Sunda menetapkan tanggal satu ketika bulan berwujud setengah lingkaran (padahal seharusnya tgl 7 atau 8). Istilah Sangsekerta Sulapaksa (paro tengah) yang arti sesungguhnya separo bulan (half month) sebelum purnama dipersepsi secara lain oleh sang pembuat kalender Kala Sunda yaitu : Awal bulan terjadi ketika bulan terlihat separo.
Ternyata apa yang dinamakan Kala Sunda itu merupakan kalender modern yang diramu dari berbagai sistem kalender lain, lalu dimodifikasi agar kelihatan berbeda dengan kalender-kalender sebelumnya. Sistem Kala Sunda persis sama seperti pinang dibelah dua dengan sistem kalender jawa: dalam sewindu ada tiga tahun kabisat dan setiap 120 tahun dihilangkan sehari, sehingga jika misalnya awal windu (indung poe) Senen Manis, maka awal windu selanjutnya Senen Manis juga. Setiap 120 tahun indung poe berganti dari Senen Manis menjadi Ahad Kliwon, kemudian menjadi Sabtu Wage, dan seterusnya. Jadi sama sekali tidak ada kelabihan Kala Sunda dari kalender karya Sultan Agung yang selama ini dipakai oleh masyarakat Sunda.
Nama-nama bulan dalam Kala Sunda (Kartika, Margasira, Posya, Maga, Palguna, Setra, Wesaka, Yesta, Asada, Srawana, Badra, Asuji), Nama-nama hari (Radite, Soma, Anggara, Buda, Respati, Sukra, Tumpek) serta pembagian bulan menjadi suklapaksa dan kresnapaksa sehingga tidak ada tanggal 16, semuanya itu meniru kalender Saka, kecuali nama hari tumpek (Sabtu) yang entah dari mana diambil. Nama-nama ini bukan asli budaya Sunda melainkan pinjaman dari India. Dikalangan rumpun Indijermania (termasuk India) hari pertama berhubungan dengan dewa matahari (Raditya, Dies Solis, Sunday, Zondag, Sonntag, Dimanche), dan hari kedua dengan dewa bulan (Soma, Dies Lunae, Monday, Maandag, Montag, Lundi).Nama-nama hari kalender Saka yang sama dihapuskan Sultan Agung lantaran berbau kemusyrikan kini dihidupkan kembali oleh Kala Sunda.
Masih ada lagi beberapa hal yang patut dijelaskan oleh sang pembuat kelender Kala Sunda. Mengapa bulan pertama dalam Kala Sunda adalah Kartika, yang dalam kalender saka bulan kedelapan? Apakah manfaatnya menghitung tanggak 1 dari saat bulan setengah lingkaran, yang tidak pernah ada sepanjang sejarah kalender zaman Mesopotamiadan Mesir Purba? Apakah gunanya menghidupkan kembali pembagian bulan menjadi Suklapaksa dan Kresnapaksa, padahal dalam kalender Saka modern di India tidak di pakai lagi? Jika sekarang tahun 1942 Sunda, berarti tahun 1 kalender Kala Sunda jatuh pada tahun 123 Masehi, sehingga kita tetapkan sebagai tahun satu.
Kala Sunda memang cukup akurat cuma kita harus jujur mengatakan bahwa ini adalah kalender baru ciptaan seorang budayawan Sunda, Ali Sastraamijaja ( Abah Ali ), yang sangat patut kita hargai! Tetapi janganlah kita gegabah mengatakan sebagai warisan leluhur Ki Sunda, sebab belum pernah ada kelnder seperti itu. Prasasti-prasasti sebelum Islam selalu menggunakan kalender Kala India, meskipun banyak yang dilengkapi pancawara (bahkan ada juga yang memakai sadwara) hari-hari asli Jawa dan Sunda.
Belajar Shodaqah
Suatu pemberian yang diberikan oleh seorang Muslim kepada orang lain secara spontan dan sukarela tanpa dibatasi oleh waktu dan jumlah tertentu; suatu pemberian yang diberikan oleh seseorang sebagai kebajikan yang mengharap rida Allah SWT dan pahala semata.
Sedekah dalam pengertian di atas oleh para fukaha (ahli fikih) disebut sadaqah at-tatawwu’ (sedekah secara spontan dan sukarela). Sebenarnya ada pula arti sedekah yang lain. Menurut mereka, istilah sedekah juga dapat searti dengan kata zakat, yang berarti suatu harta wajib dikeluarkan oleh seorang Muslim pada waktu tertentu dan dalam jumlah tertentu yang telah ditetapkan oleh syariat (hukum Islam). Karena itu para fukaha sering menyebut istilah zakat fitrah dengan sadaqah al-fitr.
Adapun sedekah dalam pengertian bukan zakat sangat dianjurkan dalam Islam dan sangat baik dilakukan tiap saat. Di dalam Alquran banyak sekali ayat yang menganjurkan kaum muslimin untuk senantiasa memberikan sedekah. Di antara ayat yang dimaksud adalah yang artinya: “Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah, atau berbuat makruf, atau mengadakan perdamaian di antara manusia. Dan barangsiapa yang berbuat demikian karena mencari keridhaan Allah, maka kelak Kami akan memberikan kepadanya pahala yang besar.” (QS An-Nisaa [4]:14).
Demikian pula di dalam sunah. Hadis yang menganjurkan sedekah tidak sedikit jumlahnya. Di dalam salah satu hadis, Rasulullah SAW bersabda : “Sebaik-baik orang di antara kamu adalah yang memberi makan dan menjawab salam” (HR Ahmad bin Hanbal atau Imam Hanbali). Para fukaha sepakat bahwa hukum sedekah pada dasarnya adalah sunah, berpahala bila dilakukan dan tidak berdosa bila ditinggalkan. Di samping sunah, ada kalanya pula hukum sedekah itu menjadi haram, yaitu dalam kasus seseorang yang bersedekah mengetahui pasti bahwa orang yang menerima sedekah akan menggunakan harta sedekah itu untuk kemaksiatan.
Terakhir, ada kalanya pula hukum sedekah itu berubah menjadi wajib, yaitu ketika seseorang bertemu dengan orang lain yang sedang kelaparan hingga dapat mengancam keselamatan jiwanya, sementara dia (orang pertama) mempunyai makanan lebih dari apa yang ia perlukan saat itu. Hukum sedekah juga menjadi wajib jika seseorang bernazar hendak bersedekah kepada seseorang atau lembaga.
Sedekah dalam arti sadaqah at-tatawwu’ berbeda dengan zakat. Sedekah lebih utama jika diberikan secara diam-diam dibandingkan diberikan secara terang-terangan, dalam arti diberitahukan atau diberitakan kepada umum. Hal ini sejalan dengan sebuah hadis Nabi Muhammad SAW dari sahabat Abu Hurairah. Dalam hadis ini dijelaskan bahwa salah satu kelompok hamba Allah SWT yang mendapat naungan dari-Nya di hari kiamat kelak adalah seseorang yang memberi sedekah dengan tangan kanannya lalu ia sembunyikan seakan-akan tangan kirinya tidak tahu apa yang telah diberikan oleh tangan kanannya tersebut.
Jumat, 22 Mei 2009
Menyiapkan Pensiun dengan Menabung
Yang harus kita prioritaskan adalah tabungan, sehingga kita menghitungnya:
Kebutuhan = Pendapatan - Tabungan
Jadi dari pendapatan yang kita terima dikurangi 12% lalu sisanya untuk memenuhi kebutuhan kita. Lakukan ini setiap bulan maka anda akan merasakan hasilnya dimasa yang akan datang.
Kebanyakan orang menabung dengan cara : pendapatan yang diterima dibelanjakan dulu buat memenuhi kebutuhan baru sisanya ditabung atau kalau kita hitung jadi : Tabungan = Pendapatan - Kebutuhan. Padahal kebutuhan kita tidak akan ada batasnya.
Anggaran/pedoman pengeluaran bulanan sbb:
1. Tabungan : 12%,
2. Angsuran Kredit : 30%,
3. Pendidikan : 8%,
4. Makanan :30%,
5. Akomodasi dan Transportasi : 10%,
6. Kesehatan : 5%
7. Sandang :5%,
Rekening di dua Bank berbeda, 1 unit dana pensiun (tidak diambil2), yang satunya lagi untuk kebutuhan tak terduga. Menjadilah anggota Credit Union (bila ada kebutuhan mendesak baru bisa pinjam dana, tentu saja dengan cicilan yang mampu dibayar perbulan sesuai dengan income yang ada).
Buat buku Kas Harian, Buku Rincian pengeluaran dan pemasukan, dan tabel plan-result-selisih.
Semua gaji langsung masuk pada amplop masing-masing kebutuhan. Bila kita mau disiplin dengan anggaran, pasti kita tidak mendapatkan kesulitan. Yang penting mengeluarkan uang karena kebutuhan bukan keinginan.
Membangun Rumah Sendiri
Rumah
Rumah merupakan kebutuhan primer. Sejak jaman purba manusia tidak pernah lepas dari yang namanya tempat tinggal atau yang disebut sekarang sebagai rumah. Dengan rumah manusia dapat berlindung dari hujan, panas, dingin, hewan liar dan juga sebagai tempat untuk berasosiasi bersama seluruh anggota keluarga. Rumah sangat dipenting untuk kita beristirahat.
Dalam membangun rumah perlu dipelajari dan dipahami tentang ilmu bangunan. Seperti pemilihan lokasi membangun, desain yang mau kita buat, material atau bahan yang kita perlukan dan juga adminiustrasi yang perlu disiapkan (IMB). Pada jaman sekarang ini material yang kita perlukan tidak lagi bisa didapatkan secara gratis, dengan mengambil sendiri di alam, namun hampir semua bahan kita dapatkan dengan membeli. Sehingga kita harus selektif dan mengkalkulasi secara cermat untuk memilih bahan yang sesuai dengan kebutuhan, jangan sampai kita beli kualitasnya kurang bagus, atau bahan yang kita beli sisa banyak atau malah kurang. Untuk mengurus IMB kita bisa menghubungi instansi yang berkepentingan. Dokumen yang diperlukan biasanya formulir yang harus kia isi, fotocopy KTP atau pengurus, surat kuasa (bila yang mengurus pihak ketiga atau kontraktor), fotocopy bukti kepemilikan tanah yang sah (akta jual-beli atau sertifikat tanah), keterangan girik, bukti pembayaran PBB, gambar rancangan arsitektur, fotocopy SIBP (Surat Izin Bekerja Perencana) arsitektur.
Tiap orang pasti menginginkan rumah yang bagus dan terletak dengan kota atau bahkan di tengah kota. Kebanyakan orang mencari rumah yang dekat dengan berbagai fasilitas dan mudah untuk mendapatkan kebutuhan yang kita perlukan. Namun harga tanah kian lama semakin tinggi apalagi di dalam kota. Untuk membangun rumah yang bagus diperlukan bahan yang kulitasnya bagus, jasa arsitektur, dan tukang yang ahli. Tapi apabila kita tidak tahu akan hal tersebut yang sesuai dengan kebutuhan kita maka akan membutuhkan dana yang terlalu besar. Banyak orang yang menganggap bahwa harga material sangat mahal, jasa tukang sulit, minta jasa arsitek mahal, harga tanah yang melambung dan birokrasi untuk membangun rumah rumit. Sehingga masyarakat sekarang enggan membangun rumah sendiri. Hal ini disebabkan oleh minimnya pengetahuan tentang ilmu bangunan.
Kondisi seperti itu dimanfaatkan oleh para investor dan pengembanga untuk membangun perumahan sebanyak-banyaknya dengan penawaran yang menarik, dengan harga murah dan bisa dikredit lewat bank (KPR). Pemerintah juga mendukung pembangunan perumahan dengan mempermudah perijinan dan bahkan mensubsidi rumah untuk kelas bawah. Ini merupakan bisnis yang menarik dan sangat menguntungkan dalam bisnis property. Namun dalam kenyataannya kualitas rumah murah yang dijanjikan sangat jauh dari kenyataan. Kualitas rumah tersebut kurang bagus, lokasinya jauh dari pusat kota, dan harganya juga masih mahal, selisih sedikit dengan rumah yang ada di dekat kota.
Oleh karena itu, masyarakat harus mempelajari tentang ilmu bangunan. Bagaimana membangun rumah yang sesuai dengan standar kesehatan, aman dan sesuai dengan anggaran yang dipunyai. Saat ini sudah berkembang produk-produk hasil teknologi yang dapat menjadi alternative untuk menciptakan rumah yang efisien dalam hal pendanaan sehingga dihasilkan rumah yang memuaskan. Dengan kemajuan informasi masyarakat juga dapat belajar lebih banyak tentang ilmu bangunan dan arsitektur, sehingga dapat mengembangkan rumahnya semakin bagus dan bernilai tinggi.[]
Kamis, 09 April 2009
Belajar Kriptografi
Kriptografi, secara umum adalah ilmu dan seni untuk menjaga kerahasiaan berita [bruce Schneier - Applied Cryptography]. Selain pengertian tersebut terdapat pula pengertian ilmu yang mempelajari teknik-teknik matematika yang berhubungan dengan aspek keamanan informasi seperti kerahasiaan data, keabsahan data, integritas data, serta autentikasi data [A. Menezes, P. van Oorschot and S. Vanstone - Handbook of Applied Cryptography]. Tidak semua aspek keamanan informasi ditangani oleh kriptografi.
Ada empat tujuan mendasar dari ilmu kriptografi ini yang juga merupakan aspek keamanan informasi yaitu :
- Kerahasiaan, adalah layanan yang digunakan untuk menjaga isi dari informasi dari siapapun kecuali yang memiliki otoritas atau kunci rahasia untuk membuka/mengupas informasi yang telah disandi.
- Integritas data, adalah berhubungan dengan penjagaan dari perubahan data secara tidak sah. Untuk menjaga integritas data, sistem harus memiliki kemampuan untuk mendeteksi manipulasi data oleh pihak-pihak yang tidak berhak, antara lain penyisipan, penghapusan, dan pensubsitusian data lain kedalam data yang sebenarnya.
- Autentikasi, adalah berhubungan dengan identifikasi/pengenalan, baik secara kesatuan sistem maupun informasi itu sendiri. Dua pihak yang saling berkomunikasi harus saling memperkenalkan diri. Informasi yang dikirimkan melalui kanal harus diautentikasi keaslian, isi datanya, waktu pengiriman, dan lain-lain.
- Non-repudiasi., atau nirpenyangkalan adalah usaha untuk mencegah terjadinya penyangkalan terhadap pengiriman/terciptanya suatu informasi oleh yang mengirimkan/membuat.
Romantis dengan matematika
Di ruang kuliah, saat jeda sejenak, sambil tersenyum ramah seorang dosen matematika berkata pada para mahasiswa dan mahasiswinya.
“Kata orang, kita belum dikatakan sebagai matematikawan sejati kalau belum mampu berkarya sastra, menulis puisi yang romantis misalnya.”
“Kenapa begitu, Pak?” celetuk seorang mahasiswi, sengaja iseng bertanya agar dosennya lupa melanjutkan perkuliahan dan berharap berlama-lama membahas tentang hal yang barusan dikatakannya.
“Ya, tentu ada alasan yang masuk akal kenapa seorang matematikawan belum dikatakan sebagai matematikawan sejati bila belum mampu menulis karya sastra,” kata sang dosen sambil berpikir mencari-cari pembenaran.
Sementara itu para mahasiswa diam terkesima, sepertinya menunggu alasan logis yang akan dikatakan dosen mereka, Pak Zero namanya.
“Kata orang, karya sastra bisa jadi merupakan bentuk capaian puncak intelektualitas seseorang. Karenanya, wajar belum dikatakan matematikawan sejati bila belum bisa berkarya sastra,” begitu alasan yang keluar dari mulut sang dosen.
***
“Ah, pasti si bapak sering baca artikel-artikel yang ada di blog Bicara Matematika. Makanya dia bisa bicara begitu,” kata Tom, salah seorang mahasiswa Pak Zero, sambil berbisik pada teman duduk di sebelahnya.
“Iya, sepertinya dia pernah baca artikel Gadis Manis di Jendela,” Jerry membenarkan perkataan Tom.
***
“Pak, kalau begitu coba dong beri kami contoh puisi buatan bapak,” kata mahasiswi tadi dengan rasa kepingin yang tinggi. Karena sebetulnya dia naksir berat dengan Pak Zero, yang kebetulan masih bujangan. :mrgreen:
Sambil tersenyum, berpikir, kemudian Pak Zero menulis–di papan tulis –sebuah puisi berikut ini. Sebetulnya puisi ini sengaja dibuat untuk seorang mahasiswi yang ditaksirnya, ada di ruang kuliah tersebut.
Ragukan bahwa 2 + 2 = 4
Ragukan bahwa 2 \times 2 = 4
Ragukan bahwa 2^2 = 4
Tapi, jangan ragukan bahwa hanya padamu hatiku terpikat
“Ough…. so sweeeeet!!! Romantis bangeeeets!!!” begitu gumam para mahasiswi yang naksir berat pada Pak Zero, termasuk mahasiswi yang selalu bertanya-tanya tadi.
“Waauw, gombal bangeeeets!!!” gerutu para mahasiswi yang juga tidak terlalu naksir, tapi sudah sangat berpengalaman dalam hal pacaran. Sedangkan para mahasiswa hanya tersenyum-senyum, sedikit tertawa, kagum pada dosennya.
Sementara itu sang mahasiswi yang ditaksir oleh Pak Zero hanya bisa diam. Tersipu. Antara senang yang membuncah dan malu yang menyelimut. Tampak bersemu merah parasnya. Manis senyumnya. Cantik!
“Mmm… puisi romantis dari seorang yang biasa kaku dengan angka-angka,” gumam dalam hati sang mahasiswi dambaan hati Pak Zero.
Selanjutnya, Pak Zero mengulas panjang lebar puisi buatannya. Para mahasiswa menyimak sambil cengar-cengir, tersindir sekaligus terpesona membenarkan perkataan dosennya. Hingga waktu kuliah usai.
***
Di ruang kerjanya, saat istirahat, Pak Zero mengirim pesan singkat, alias sms*, pada mahasiswi yang sudah lumayan lama ditaksirnya tadi. Pak Zero tahu nomor ponsel sang mahasiswi karena sang dambaan hati pernah menghubunginya, saat terlambat mengumpulkan tugas. :D
Puisi tadi saya buat khusus untukmu.
Singkat, penuh makna. Begitulah isi sms yang dikirim Pak Zero yang tetap menjaga kesantunan.
Belum lama pesan tadi terkirim. Tiba-tiba ada pesan masuk.
Pak Zero deg-degan, GR, berharap sms yang masuk dari gadis yang ditaksirnya.
Pak, puisi yang tadi di kelas, buat saya ya…? Tukeran dong… :-) :-) *Duh maluuuu… kabur aaaaaah….*
Demikian isi pesan singkat barusan. Tak ada nama pengirim. Tapi Pak Zero menduga bahwa sms tersebut berasal dari salah seorang mahasiswinya. Antara senang, GR, malu, berbaur tidak karuan. Tapi sayang, sms tersebut bukan dari mahasiswi yang ditaksirnya.
Iseng-iseng, Pak Zero membalas sms tersebut. Sekedar menghargai penggemar rahasianya agar tidak menyakiti hati orang. :D
Dituker pake apa?
Begitu jawabannya, cukup diplomatis, pura-pura tidak mengerti… :D :mrgreen:
Selang beberapa saat, setelah membalas sms gelap tadi, berulang kali ponsel Pak Zero bergetar, menerima berulang-ulang sms dari sang pengirim gelap tersebut. Isinya macam-macam: puisi, pantun, dan ungkapan keterpesonaan, cinta, kekaguman sang pengirim pada Pak Zero. Tapi, Pak Zero bergeming, dingin, tidak menanggapi.
Pak Zero hanya berharap mendapat balasan dari sang mahasiswi yang ditaksirnya. Sayang, untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Seharian dia menunggu, tak juga ada balasan sms dari sang gadis kekasih hati, harapan cintanya.
Apakah ini berarti cintanya ditolak?
***
Beberapa hari kemudian, ponsel Pak Zero bergetar. Senang, gembira, malu, GR, dag-dig-dug bersatu mengaduk-aduk hatinya. Empat pesan yang saling menyambung diterima dari sang mahasiswi dambaan hati, sang gadis impian– seperti berikut ini.
Assalamu’alaikum.
Pak Zero, bapak adalah dosen yang saya kagumi; Dosen yang mampu menginspirasi saya untuk terus berprestasi; Dosen yang memberi teladan bagaimana caranya mengejar cita-cita, membahagiakan kedua orang tua.
Mmmm….
Terimakasih atas puisinya. Romantis! Saat membacanya, saya merasakan sebuah ledakan perasaan yang dahsyat dari hati bapak. Ungkapan hati yang meluap-luap. Ungkapan jujur dari satu jiwa yang mendamba potongan terbaik mozaik hidupnya.
Tapi, bapak perlu tahu, saya hanyalah gadis biasa, mungkin tak seperti yang bapak angankan.
Mmmm…
Saat ini saya masih ingin menjaga hati dalam bentuk dan warna yang sama. Warna merah hati biasa. Bukan merah jambu yang bapak tunggu. Belum saatnya saya mengiris hati ini, membelahnya untuk orang lain. Hanya waktu yang akan menjawab: kapan dan untuk siapa hati ini saya berikan.
Maaf,
Wassalamu’alaikum.
Bersambung…